Sunday, March 15, 2015

Sebutan nama untuk kenari hasil kawin silang

Sebutan nama untuk kenari hasil kawin silang. Di Indonesia, burung kenari diternak dengan cara dikawin silangkan. Ada yang bertujuan untuk di jadikan bisnis (dijual) maupun untuk diambil keturunan nya. Yang nantinya akan menghasilkan keturunan dengan sebutan nama yang berbeda dengan indukan nya.

Berikut penjelasan atau sebutan nama untuk burung kenari hasil kawin silang:
Biasa disebut dengan kenari F yang artinya filial/ keturunan. Entah itu kenari jenis f1, f2, f3 dan seterusnya. Untuk mencetak kenari seri f (filial/keturunan) dibutuhkan salah satu kenari fixed strain. Di antaranya kita ambil contoh kenari YS (Yorkshire), LC (Lancishire), GL (Gloster), LZ (Lizard), SF (Schot Fancy), WS (Water Slanger), ST (Spanis Trimbado), AS (American Singer) dan masih banyak lagi.

Disini kita ambil salahsatu contoh yang sudah tidak asing lagi untuk negara kita Indonesia yaitu kenari YS (Yorkshire) x Lokal/Loper/AF = F1ys. Kenapa terdapat embel-embel ys dibelakang nya? Karena keturunan ini adalah hasil kawin silang dari fixed strain kenari YS (Yorkshire). Apabila indukan nya kita pake LC (Lancishire) maka sebutan untuk keturunan nya adalah F1lc. Begitu juga dengan yang lain nya.

Jadi, jika kita menggunakan indukan YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST dan AS yang dikawinkan dengan kenari lokal/loper/AF maka sebutan untuk keturunan nya adalah "F1(YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS).
Jika YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS dikawinkan dengan F1 (Filial 1), maka akan menghasilkan filial atau keturunan ke dua (F2).
Untuk ringkasan nya:
  • YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS X lokal/loper/AF = F1 YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS.
  • YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS X F1 = F2 YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS.
  • YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS X F2 = F3 YS, LC, GL, LZ, SF, WS, ST, dan AS dan seterus nya.

Sedangkan keturunan dari indukan serie F (filial) disebut dengan AF.
Berikut ringkasan nya:
F3 X F1 = AF, F3 X F2 = AF, F3 X F3 = AF.
Intinya adalah setiap indukan yang diambil dari serie F, akan menghasilkan keturunan dengan sebutan AF.
Apa bila indukan yang di gunakan adalah serie F dan di kawinkan dengan serie lokal/loper/AF biasa orang sebut dengan sebutan AFS (F1/F2/F3 x lokal/loper/AF = AFS) atau AF SUPER karena bentuk tubuhnya yang lebih besar dari AF.

Nah, untuk loper sendiri adalah hasil silangan indukan AF. Banyak penjual burung kenari di pasaran yang sering mengucapkan hasil ternakan (keturunan) dengan sebutan yang salah. Jadi apabila Anda ingin membeli burung kenari hasil silangan dipasar, lebih baik Anda tanya saja "indukan nya apa".

Setelah tulisan diatas semoga Anda sudah mengerti tentang sebutan nama untuk keturunan hasil kawin silang. Mari kita lanjut untuk memperdalam tentang persilangan burung kenari. Untuk keturunan "F" (filial/keturunan), semakin besar angka dibelakang "F", biasanya filial itu akan semakin mendekati atau meniru sifat parenting (suara, postur, tubuh dll) indukan nya. Biasanya jika angka dibelakang "F" (filial/keturunan) sudah mencapai F5 atau F6 maka sebutan nama untuk keturunan ini biasa disebut dengan fixed strain atau bisa juga final strain. Yang intinya hampir sama dengan indukan nya (fixed strain). Itulah sedikit tentang Sebutan nama untuk kenari hasil kawin silang.

Sunday, March 8, 2015

Burung Cipoh atau burung sirtu

Burung Cipoh atau burung sirtu
Burung Cipoh atau burung sirtu (Aegithina tiphia) adalah burung pengicau kecil yang ditemukan di Anakbenua India dengan populasi yang menunjukkan variasi bulu, beberapa di antaranya dianggap subspesies. Cipoh kacat ditemui di semak-semak, mudah ditemukan berdasarkan siulannya yang lantang dan warnanya yang terang.

Selama masa perkawinan, burung jantan pamer dengan mengembangkan bulu-bulunya dan berputar di udara sehingga tampak seperti bola hijau, hitam, kuning dan putih. Persebaran & habitat Cipoh kacat/ sirtu ditemukan sedari Persia, India, Annam, negara-negara Indochina, Malaysia, hingga Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Filipina. 

Tinggal di habitat seperti di hutan sekunder, perkebunan, padang terbuka, hingga hutan mangrove di tepi pantai. Di Indonesia, cipoh kacat/ sirtu berada di tepian hutan, menyenangi hutan yang tidak terlalu lebat, dan biasanya bersarang di pinggiran hutan pada cabang-cabang pohon yang rendah. Sering pula ditemukan di kebun-kebun milik rakyat, semak-semak, dan ladang anggrek. Ditemukan di bukit-bukit hingga pada ketinggian 1500-2000 mdpl.

Cipoh/ sirtu menggugurkan bulunya dua kali dalam setahun dan variasi bulu membuat mereka agak berpengaruh pada bulu berdasarkan pemisahan populasi. Ketika mabung/menggugurkan bulu, fisiknya menjadi drop dan rentan terhadap penyakit dan malah, dia akan berhenti berkicau. Cipoh kacat/sirtu yang sering pula disebut cipeuw, telah banyak dipelihara di Indonesia. Cipoh kacat/ sirtu cukup baik jika dipelihara dengan penuh kesabaran. Cipoh kacat/ sirtu cocok dipelihara oleh mereka-mereka yang membutuhkan ketenangan dan perenungan, untuk mencari ide baru seperti penulis lagu dan komposer karena memang karakter cipoh kacat/ sirtu sangatlah tenang, juga pemalu dan pendiam. Untuk memelihara cipoh kacat/ sirtu, kita memerlukan kandang yang besar dan harus dipelihara bersama, jantan dan betina. Yang menjadi daya tarik, saat berkicau, akan meggerakkan sayapnya, namun sayang, burung ini rentan penyakit dan mudah mati.

Popular Posts